The Consultative Meeting in Preparation of The New United Nations Partnership Development Framework (UNPDF) for the period 2021 – 2025

Pada tanggal 11 Juli 2019, salah satu anggota Youth Team Rumah Faye, Schalke Anindya, menghadiri sebuah rapat konsultatif dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang diadakan di kantor PBB Jakarta yaitu di Menara Thamrin, Jakarta dan dimoderasi oleh perwakilan dari PBB. Rapat tersebut diberi judul “the consultative meeting in preparation of the new United Nations Partnership Development Framework (UNPDF) for the period 2021 – 2025.” Inti dari rapat ini adalah untuk menekankan partisipasi PBB di Indonesia yang mencerminkan respon mereka terhadap prioritas nasional. Mereka percaya bahwa anak-anak muda memiliki peran yang signifikan dalam membantu dan berkontribusi terhadap agenda PBB dalam merespon terhadap isu-isu nasional yang terjadi di segala bidang.

Rapat tersebut berjalan selama sekitar 90 menit, dan topik-topik yang diangkat adalah seputaran isu dan masalah yang ditemukan oleh anak-anak muda dalam sehari-hari. Dimulai dengan perkenalan diri dan menyebutkan organisasi yang diwakilkan; seluruh peserta rapat merupakan perwakilan dari organisasi-organisasi dari berbagai bidang yang hadir dari beberapa daerah di Indonesia. Selanjutnya, para delegasi diharapkan untuk menyebutkan hal-hal yang mereka merasa senang, sedih dan marah tentang Indonesia. Ada banyak hal yang mereka merasa senang, namun lebih banyak sedih marahnya. Untuk itu, ada beberapa isu yang diberi perhatian, seperti isu lingkungan, tingkat korupsi, isu modal manusia, kurangnya pendidikan, kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan, dan fasilitas social yang lemah.

Menuju akhir dari rapat, perwakilan PBB menyebutkan bahwa dari rapat sebelumnya yang pernah diadakan, mereka telah meminimalkan isu-isu yang telah disebutkan tersebut menjadi 8 tantangan utama. Tantangan-tantangan tersebut adalah kemiskinan dan ketimpangan yang terus-menerus; kerawanan pangan; kesetaraan perempuan dan kekerasan terhadap perempuan; modal manusia untuk transformasi ekonomi; pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati; perubahan iklim dan bencana alam; meningkatnya intoleransi; pemerintah yang inklusif, efektif dan transparan. Untuk mengakhiri rapat, masing-masing delegasi diberikan 3 suara untuk memilih hal-hal paling penting dan mendesak yang perlu ditangani.

Penulis: Schalke Anindya Putri
Penyunting: Mellysa Anastasya
Penerjemah: Faye Simanjuntak