Orasi Perlindungan Anak oleh Ketua Forum Anak Kelurahan Sambau

Assalamualaikum Wr wb. Salam Sejahtera.

Halo teman-teman semuanya, Perkenalkan nama saya Nurhaliza Inelda, Ketua Forum Anak Kelurahan Sambau. Sehari-harinya saya bersekolah di SMAN 15 Kota Batam. Sebagai anak perempuan, saya sering mendengar berita tentang kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Berita kekerasan seksual ini saya dengar hampir setiap hari. Ketika saya mendengar berita-berita tersebut saya merasa sangat takut.  Apalagi kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja. Entah itu di tempat umum, di institusi agama, sekolah, bahkan di rumah. Pelakunya pasti orang terdekat korban seperti ayah, paman, guru, dan tetangga. Saya tidak menyangka orang dewasa yang seharusnya melindungi anak-anak justru menjadi pelaku kekerasan. Dan saya tidak habis pikir bahwa sekolah dan rumah ternyata menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. 

Teman-teman semuanya, tidak ada seorangpun yang pantas mengalami kekerasan seksual. Ini adalah tragedi yang mengerikan. Sayangnya kekerasan seksual kerap terjadi, terutama terhadap anak-anak perempuan. Kebanyakan korban tidak melawan karena rasa takut. Ketika korban bercerita korban kerap kali tidak dipercayai dan disalahkan. Tidak sampai disitu saja, korban juga akan dijauhi oleh teman-temanya yang merasa malu berteman dengannya. Padahal ia ingin dilindungi, ingin disupport oleh lingkungannya, bukan malah dijauhi. Seharusnya kita tidak boleh menjauhi korban, kita yang mengetahui situasinya, yang mengetahui apa yang terjadi dengannya. Seharusnya merupakan orang yang paling kuat memberi semangat kepadanya. Keluarga dan sekolah seharusnya menjadi tempat pertama, tempat paling aman bagi korban untuk bisa bercerita atas peristiwa yang dialaminya. Sekolah tidak boleh membiarkan anak-anak perempuan yang menjadi korban bullying oleh teman-teman sekolahnya. Sekolah juga tidak boleh mengeluarkan siswa-siswinya yang menjadi korban, karena sekolah adalah harapan anak-anak untuk bisa mengubah masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual punya hak yang sama dan kesempatan untuk juga bisa mengembangkan dirinya dan menjadi apa yang dia inginkan. Jangan biarkan dia sendirian. 

Kejadian buruk yang menimpa kita bukan karena kesalahan kita, entah itu karena cara berbusana, berteman, berkendara, pekerjaan, dan sebagainya. Pelaku menganggap anak sebagai orang yang lemah, sehingga anak mudah ditipu daya, dibujuk rayu, dan juga diancam. Pelakulah yang punya masalah dan kebetulan kita yang menjadi korbannya. Setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, tidak boleh menjadi korban dan pelaku kekerasan. Setiap manusia berhak untuk hidup secara baik serta diperlakukan secara adil dan setara. Kekerasan pada anak dapat kita cegah dengan mengedepankan rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan menghormati hak sipil anak. Mensosialisasikan secara terus menerus perangkat hukumnya. Mari bersama kita cegah kekerasan terhadap anak, karena semua anak memiliki hak yang sama untuk hidup, untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, dan perlindungan 

Teman-teman semuanya, Kekerasan pada anak merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan seperti yang diperjuangkan oleh Kartini. Sama halnya dengan Kartini yang memperjuangkan perempuan-perempuan Indonesia, kita juga dapat memperjuangkan anak-anak agar mendapatkan haknya tanpa dibeda-bedakan, termasuk anak yang menjadi korban kekerasan. Ia juga berhak untuk didengar dan dipercayai. Disinilah Forum Anak, sebagai wadah partisipasi anak, dapat mengambil peran untuk selalu mendukung anak yang menjadi korban kekerasan agar bisa didengar dan dipercaya, juga menyuarakan hak-hak anak kepada masyarakat dan pemerintah. Suara anak layak didengar dan sudah saatnya kita dilibatkan dalam keputusan yang berdampak pada kehidupan anak di masa kini dan masa depan.  

Untuk itu di momen memperingati hari Kartini ini, penting rasanya untuk selalu memperjuangkan kesetaraan tanpa kekerasan. Dimulai dari saya, kamu, dan kita semuanya mari kita saling membantu satu sama lain. Kartini telah memulainya, aku dan kamu, yuk lanjutkan perjuangannya!

SELAMAT HARI KARTINI.

Salam anak-anak Indonesia!

(disampaikan secara online pada acara Kampanye dan Deklarasi Perlindungan Anak dan Perempuan Kecamatan Nongsa tanggal 21 April 2021)

Orator: Nurhaliza Inelda (17 tahun)
Editor: Linayanti
Proofreader: Mellysa Anastasya