Orasi Perlindungan Anak oleh Sekretaris Forum Anak Kota Batam

Salam sejahtera.

Halo teman-teman semuanya, Perkenalkan nama saya Weni Rogate Silalahi dari Forum Anak Kota Batam, akan menyampaikan orasi Akhiri Kekerasan Terhadap Anak di Kota Batam.

Kota Batam adalah tempat di mana saya lahir, tumbuh, dan berkembang. Saya suka sekali kota ini karena penduduknya yang beragam dan juga alamnya yang indah. Saya suka pantai-pantainya yang banyak. Tapi sayangnya, saya sering mendengar kasus kekerasan terhadap anak masih banyak terjadi di Kota Batam. Apalagi, ada anak-anak yang diperjualbelikan untuk tujuan eksploitasi dan prostitusi anak. 

Pada akhir tahun 2019, ada 2 anak perempuan berusia 11 dan 15 tahun, yang seusia saya dari Jakarta diperdagangkan ke Batam untuk tujuan prostitusi. Dua anak perempuan ini ditawari pekerjaan di sebuah restoran, tapi setibanya di Batam justru bekerja di karaoke melayani para tamu pria hidung belang. Hal tersebut membuat saya sedih dan mempertanyakan “kenapa kedua anak perempuan tersebut diperdagangkan?”. Tempat mereka seharusnya di sekolah, bukan di tempat kerja. 

Perdagangan anak sama seperti perbudakan modern. Pelaku merampas kemerdekaan dan kebebasan anak-anak. Anak-anak yang seharusnya bermain, belajar, dikasihi, dan disayangi justru disiksa dan menderita. Tentu saja, perdagangan anak akan berdampak pada anak itu sendiri. Anak akan menjadi trauma, takut, depresi, tidak percaya diri, membenci dirinya, berisiko terkena infeksi seksual menular, bahkan ada yang meninggal dunia. 

Seringkali karena masalah ekonomi, keluarga yang tidak harmonis, putus sekolah, anak berada di posisi rentan menjadi korban kekerasan. Apalagi dalam situasi pandemik, dimana sebagian dari keluarga kita kehilangan pekerjaan sehingga menambah beban pikiran.  

Bapak ibu dan teman-teman semuanya, 

Kisah-kisah tersebut sering kita dengarkan, tapi kita menganggap hanya persoalan biasa. Mungkin karena korbannya bukan adik kita, kakak kita, atau keluarga kita sendiri. Kita sering mengabaikan suara anak-anak dan mengabaikan mereka yang lemah dan tidak berdaya. Mendiamkan sama saja membiarkan kejahatan terjadi pada anak dan perempuan. 

Lalu apa yang bisa kita lakukan ? 

Kita bisa mengambil peran dimulai dari diri kita sendiri. Kita bantu korban untuk mau bercerita. Dengan demikian beban deritanya akan berkurang. Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak bisa mengkampanyekan #StopKekerasan. Kita ajak teman kita, adik kita, orang tua, guru kita agar bisa melindungi anak dari kekerasan. Jangan ada lagi korban, setiap anak diciptakan begitu istimewa untuk menjadi generasi penerus bangsa. 

Di hari Kartini, mari kita satukan tekad untuk menyuarakan suara anak-anak Indonesia agar didengar dan dipercayai. Selamat Hari Kartini, dan Salam Anak Indonesia.

(disampaikan secara online pada acara Kampanye dan Deklarasi Perlindungan Anak dan Perempuan Kecamatan Nongsa tanggal 21 April 2021)

Orator: Weni Rogate Silalahi (15 tahun)
Penyunting: Lina Yanti
Korektor: Mellysa Anastasya
Penerjemah: Hasna Fatina