Cerita Relawan: Sebuah Refleksi dari Banyuwangi

Rumah Faye sebagai salah satu wadah untuk anak-anak Indonesia terlepas dari rantai perdagangan, kekerasan, serta eksploitasi hadir kembali dengan ketiga programnya, yaitu Pencegahan, Pembebasan, dan Pemulihan. Di saat seluruh dunia kesulitan karena pandemi COVID-19, hal tersebut tidak menghalangi semangat Rumah Faye untuk tetap menjalankan aktivitasnya bersama para komunitas yang paling terdampak secara ekonomi. Kali ini, dalam rangka ulang tahun ke-7, Rumah Faye melakukan Diskusi Hak Anak bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mawar Kasih. LKSA Mawar Kasih adalah sebuah panti asuhan yang berdiri sejak 1973. Panti tersebut berada di Banyuwangi dan memiliki 37 anak asuh yang masih bersekolah di tingkat TK, SD, SMP serta SMA.     

Demi kelancaran acara spesial tersebut, Rumah Faye memiliki pertimbangan yang ketat, sehingga hanya bisa mengajak tiga orang Sahabat Faye (re: sebutan untuk relawan Rumah Faye), yaitu Javier, Tiana, dan Sadun. Kamilah para penulis cerita ini, yang ingin berbagi pengalaman menarik kepada kawan-kawan pembaca. Kabar acara diskusi ini merupakan suatu kebanggaan dan kepercayaan bagi kami yang sangat senang bisa berkegiatan kembali setelah sekian lama tertunda karena pandemi.

Sebelum keberangkatan, staf Rumah Faye—Kak Tasya dan Kak Imam—membuat grup WhatsApp untuk berkoordinasi mengenai acara tersebut. Setiap anggota yang tergabung di dalamnya saling memberikan ide dan tercetuslah untuk membahas hak anak. Kami pun saling berbagi tugas. Javier dan Sadun mempersiapkan materi pembagian informasi serta mencari informasi tempat wisata bersama Kak Imam. Pengalaman yang tak terlupakan, mengingat persiapan yang dilakukan hanya sekitar 2-3 minggu sebelum acara. Saat waktunya tiba, kami berangkat dengan memikul satu tujuan, yaitu mensukseskan pemberian informasi kepada adik-adik sekaligus merayakan ulang tahun Rumah Faye bersama mereka. Pepatah lama seperti ‘sambil berenang minum air’ sudah cukup menggambarkan bagaimana keadaan kami.

Hari pertama pada tanggal 16 Oktober 2020, kami melakukan persiapan dekorasi untuk acara ulang tahun Rumah Faye bersama adik-adik LKSA Mawar Kasih. Setelah itu, Tiana mulai memandu jalannya acara tersebut dengan bernyanyi, bermain, juga pemotongan kue. Kami bersyukur karena acara ulang tahun Rumah Faye ke-7 berjalan lancar. Ada kesan ceria yang kami dapatkan, yaitu momen ketika adik-adik mengipaskan angin ke lilin kue dengan cara mereka.

Pada tanggal 17 Oktober 2020, tak terasa itu adalah hari kedua kami berada di Banyuwangi. Javier dan Sadun menyampaikan materi tentang Hak-Hak Anak kepada adik-adik LKSA Mawar Kasih. Situasinya tak kalah seru dibanding kemarin, sebab adik-adik sangat ceria serta antusias merespon penyampaian materi, masuk ke sesi tanya jawab, bahkan saat diskusi dalam kelompok.

Walaupun acara ini hanya berlangsung selama dua hari, kami para relawan sangat senang mendapat kesempatan untuk berkunjung ke LKSA Mawar Kasih. Kami belajar bahwa hidup ini harus penuh rasa syukur, saling menghormati, dan mengasihi bahkan di tengah kesederhanaan dengan latar belakang yang beragam. Anak perlu dilindungi dan diberikan hak-haknya. ‘Tidak harus menjadi orang besar untuk berbagi dan membantu’—seperti kata kawan kami, Faye Simanjuntak, pendiri Rumah Faye.

Kami bangga kepada seluruh pengurus LKSA Mawar Kasih yang sudah memberikan waktu, tenaga, dana, perhatian, ketulusan, serta cinta kasih untuk adik-adik di sana. Semoga Tuhan menggantikan jerih lelah mereka dengan berkat yang melimpah. Kami juga berharap semoga Rumah Faye terus bermitra dengan LKSA lainnya, sebagai bukti bahwa wadah ini hadir untuk mengisi jiwa dan imun bagi anak-anak yang kehilangan arah. Teruntuk teman-teman relawan lainnya, semoga kita akan terus memberikan senyuman serta kebahagiaan agar anak-anak sadar bahwa harapan dan cita-citanya masih ada. Mungkin, kasih sayang tidaklah cukup. Namun, cinta yang tulus akan membuat mereka menjadi anak-anak yang kuat secara mental.

Kegiatan kami di sela-sela waktu kunjungan adalah menyempatkan diri pergi ke beberapa tempat wisata yang ada di Banyuwangi. Hari pertama dihabiskan di Hutan De Jawatan Benculuk dengan melakukan foto bersama di antara pepohonan yang rindang. Sedangkan hari kedua kami pergi ke Taman Nasional Baluran untuk melihat savana dan satwa sekaligus foto bersama juga. Tak luput, kami melanjutkan ke Pantai Bama yang berada di sekitar situ. Setelah puas dengan segala hal yang kami lakukan di Jawa Timur, tibalah waktunya untuk pulang ke Jakarta. Selama perjalanan, kamipun teringat betapa indah dan berkenangnya acara Rumah Faye di Banyuwangi. Sehat serta sukses selalu Sahabat Faye dimanapun kalian berada.

Nah, jika teman-teman yang membaca cerita kami bertiga ini berkenan untuk membantu adik-adik serta para pengurus LKSA Mawar Kasih secara personal, dapat dilakukan melalui: https://kitabisa.com/bantumawarkasihbwi


Penulis: Javier M. Putra, Tiana Ekklesia, Muhammad Sadun
Penyunting: Nadia Amani Alya + Mellysa Anastasya
Penerjemah: Hasna Fatina